Dokteraldi's Blog

Life is journey not a destination

PART I DIVING MEDICINE


Sekarang kita akan membahas mengenai kondisi medis pada olahraga menyelam, dikarenakan saya suka dengan olahraga ini walaupun hanya tipe breath hold diving alias menyelam dengan menggunnakan snorkel yang sudah saya jalani, tapi tidak menutup kemungkinan saya akan mencoba tipe scuba diving, tinggal tunggu waktu yang pas untuk dapat licensenya. Mungkin ada yang bisa rekomendasikan atau sarannya mengenai scuba diving? Ditunggu ya sharingnya J.

Ok then, sebelum ke kondisi medis, baiknya kita ngebahas istilah-istilah atau tipe menyelam. Ada beberapa tipe menyelam, masing-masing menggunakan peralatan yang berbeda dan kebutuhan logistic yang berbeda pula. Dari peralatan yang paling kecil ke peralatan yang paling canggih adalah, breath-hold diving, open –circuit scuba diving, rebreather diving (closed-and semiclosed-circuit diving), dan surface-supplied atau tethered diving. Ok kita bahas satu-satu ya, tapi saya gak terlalu expert dalam hal ini jadi hanya info superficial aja ya.

BREATH-HOLD DIVING

Breath-hold diving adala220px-Snorkeling_equipmenth aktivitas underwater yang paling simple dan tua, dan digunakan sejak ribuan tahun. Dalam breath-hold diving, tidak ada sumber udara tambahan atau alat bantuan napas bawah laut yang digunakan, sehingga penyelaman terbatas pada lamanya waktu si penyelam dapat menahan napasnya. Ada beberapa tipe dari breath-hold diving yang memiliki karakteristik aktivitas dan alat.

Snorkelling adalah yang paling sering dari breath-hold diving. Snokle tipikalnya menggunakan masker wajah untuk memfasilitasi penglihatan di bawah laut, penggunaan sirip sebagai penggerak, snorkel untuk bernapas pada saat berenang di permukaan, beberapa pakaian pelindung (seperti neoprene wetsuit atau full body spandex (lycra) suit), kadang timah pemberat untuk counterbalance dari wetsuit.

Permasalahan Medis Dalam Breath-Hold Diving

Perhatian medis utama dalam cara ini adalah hipoksia yang berkembang menjadi kehilangan kesadaran dan tenggelam, terutama apabila menyelam didahului dengan hiperventilasi. Dan penyelam juga mengalami barotraumas telinga dan sinus.Snorkeling in the Caribbean

SCUBA DIVING

Scuba diving menggunakan sebuahdiving tabung dengan tekanan regulator yang memberikan udara kompresi yang setara dengan tekanan di lingkungan air (ambient). Dalam rekreasi atau olahraga menyelam, tabung penyelam biasanya berisi 90 cubic feet of filtered, oil-free compressed air pressurized 3000 pounds per squere inch gauge (psig); tabung 72 dan 50 cubic feet juga digunakan. Pada awalnya, tabung dibuat dari bahan baja, tetapi kebanyakan tabung yang digunakan sekarang terbuat dari aluminium.

Regulator menerapkan dua tahap. Tahap pertama dilekatkan di tabung dan melakukan pengurangan tekanan awal, tahap kedua dengan meempelkan  mouthpiece yang fungsinya untuk bernapas.

Seperti snorkelling, scuba diver juga menggunakan face mask yang menutupi mata dan hidung (paling sering) atau seluruh wajah untuk membuat penglihatan di bawah air dan penyesuaian tekanan di ruangan di sekitar mata, sirip untuk pergerakan, snorkel untuk pernapasan di ppermukaan, belt pemberat, vest untuk mnyelam dan mengambang, jam, alat pengukur kedalaman, kompas, dan alat pengukur tekanan tanhki dan konsumsi udara.

Scuba-Diving-Equipment

REBREATHER DIVING

Pada tipe menyelRebreatheram ini, penyelam menggunakan alat dimana dapat mengubah CO2 dari expirasi menjadi oksigen yang akan dihirup dan digunakan. Dari sudut pandang teknologi menyelam, rebreather diving lebih efisien dibanding open circuit scuba. Dimana penyelam dapat lebih lama dan dalam melakukan penyelaman. Rebreather diving ini banyak digunakan dalam militer dan studi kelautan. Jadi bukan untuk recreational diving ya.

rebreather pic O2 CCR2

Ada banyak lagi tipe-tipe gas yang dignakan dalam tabung scuba seperti compress air, atau mixed gas, tapi cukup diatas aja yang kita bahas.

Pada tipe mixed gas yang sering digunakan adalah nitrox. Menurut US National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) nitrox dibagi menjadi nitrox I dimana campuran gas terdiri dari 32% oksigen dan 68% nitrogen. Pada nitrox II campuran gas terdiri dari 36% oksigen dan 64% nitrogen. Dan hanya nitrox I yang disetujui digunakan dalam recreational diving.

YANG PERLU KITA KETAHUI DAN PERHATIKAN DALAM MENYELAM.

Seperti pada tabel di bawah ini beberapa kondisi medis dalam scuba diving.

medical problem scuba diving

Unit-unit satuan yang perlu kita ketahui:

  • Feet of seawater (fsw)
  • Feet of fresh water (ffw)
  • Meters of seawater (msw)
  • Atmosphere absolute (ATA)
  • Pounds per square inch gauge (psig)
  • Pounds per square inch absolute (psia)

Unit-unit diatas adalah yang natinya berhubugan dengan tekanan. Kita buat simple aja.

  1. Pada penyelaman bawah air tekanan absolut meningkat lebih cepat dibandingkan di udara.
  2. Di laut, setiap kedalaman 33 kaki (±10meter) bertambah 1 tekanan atmosphere, 14.7psig, dan 29.4 psia. Dengan kata lain kompresi akan meningkat pada kedalaman >10 meter.
  3. Ketika kita menyelam kebawah apabila >10m, rongga di tubuh kita seperti, rongga sinus, telinga, paru, usus akan mengalami efek mekanik yang tidak diinginkan, sesuai dengan hukum pascal dan boyle.
  4. Karena beratnya air mendorong dinding dada, manusia hanya bisa bernapas udara permukaan (menggunakan snorkel/pipa) hanya pada kedalaman 1-2 kaki. Kalau lebih dalam akan membahayakan.
  5. Pada kedalaman 1 kaki tekanan atau dorongan air ke dinding dada seberat mendekati 91 kg. Bagaimana coba kalau lebih dalam ya. Dan apabila dipaksakan akan terjadi kelelahan, udem paru dan bisa batuk berdarah.

unit pressure under water boyle's law

BAROTRAUMA

BAROTRAUMA OF DESCEND

Tekanan gas yang berada di tubuh secara normal seimbang dengan lingkunngan. Apabila terjadi sumbatan maka yang akan terjadi adalah ketidakseimbangan tekanan. Dan mulailah terjadi kerusakan jaringan akibat ketidakseimbangan tersebut yang biasa disebut squeeze.

Secara keseluruhan, barotrauma adalah problem medis yang paling sering terjadi di scuba diving. Dimana terjebaknnya gas didalam ronga tubuh yang memiliki ruang tertutup seperti telinga, paranasal, paru, pencernaan, didalam masker dan diantara kulit dan drysuit.

Mask Barotrauma

Adalah kondisi dimana pada saat menyelam rongga antara masker dan air mengalami peningkatan tekanan ambien yang menciptakan tekanan negatif (Mask squeeze). Bagi pemula sering lupa untuk menyesuaikan tekanan ini sehingga dapat terjadi pecahnya kapiler konjungtiva (ekimosis). Yang parahnya dan jarang adalah orbital haemorhage yang gejalanya diplopia, proptosis dan kehilangan penglihatan.

Penanganan

dan gejala ini dapat hilang sendirinya beberapa hari atau minggu, dapat juga ditangani dengan kompres es atau pemberian analgetik

Pencegahan

Untuk mengatasi gangguan ini dengan cara menambahkan udara dengan cara exhalasi sehingga tekanan didalam masker dapat kembali disesuaikan.

mask barotrauma

Sinus Barotrauma

Ada 4 pasang sinus paranasal: sinus frontalis, maxilaris, ethmoidales dan sphenoid. Dimana terhubung dengan rongga hidung via sinus ostia. Jadi jika terjadi ketidakmampuan mempertahankan tekanan udara di setiap sinus paranasal saat mnyelam turun, maka kondisi disinus tersebut menjadi vakum atau tekanan negatif tercipta menyebabkan kongesti atau kemampatan dari mukosa menyebabkan edema mukosa, dan perdarahan intramukosa, bula hemoragik dan perdarahan didalam sinus.

Sinus frontalis adalah yang paling sering terpengaruh diikuti oleh sinus maxilaris.

Gejala sinus squeeze

  • Penyelam mengalami peningkatan rasa nyeri yang sangat di lokasi sinus yang terpengaruh saat mnyelam kebawah.
  • Saat menuju keatas/permukaan, udara yang masih di sinus mengembang dan mendesak mukus dan darah kedalam hidung dan masker.
  • Kesemutan dan mati rasa pada pipi dan bibir atas.
  • Sinusitis.

Penanganan

Menggunakan sistemik dan topikal vasokonstriktor (pseudoefedrin, phenylephrin dan oxymetazoline), analgetik, berhenti menyelam saat gejala masih ada, dan antihistamin jika perlu. Kortikosteroid 3-5 hari mempercepat penyembuhan. Pemberian antibiotik apabila terdapat mukus purulen dan post nasal drip.

Pencegahan

Sinus barotrauma biasanya terjadi pada penyelam yang mengalami infeksi saluran napas atas atau alergi yang parah, atau yang memiliki kelainan anatomi seperti polip atau deviasi septum. Penyelam yang memiliki riwayat sinusitis atau barotrauma telinga tengah dapat lebih cenderung ke barotrauma sinus paranasal.

Hindari menyelam ketika mengalami:

  • Infeksi saluran napas atas
  • Rhinitis alergika (pilek)
  • Sinusitis
  • Polip nasal
  • Kondisi lain yang mempengaruhi aliran udara dari sinus ke rongga hidung.

sinuses

External Auditory Canal Barotrauma

Gejala dan tanda barotraumas liang telinga

  • Nyeri
  • Bengkak
  • Eritema
  • Petekie
  • Lepuhan darah di dinding liang telinga
  • Tidak adekuatnya equlisasi telinga tengah
  • Valsava manuver yang dipaksa dapat memecah membran timpani

Penanganan

  • Cuci liang telinga dengan cairan hangat kuku
  • Bula jangan dipecahkan
  • Tetes telinga antibiotik + kortikosteroid untuk mencegah infeksi

Pencegahan

  • Biarkan air masuk kedalam liang telinga saat menyelam
  • Jangan menggunakan ear plag atau penutup liang telinga saat menyelam.

Middle Ear Barotrauma/ Barotitis Media

Barotitis media ini adalah paling umum permasalahan medis dalam scuba diving, mempengaruhi 40% dari penyelam. Permasalahan ini dapat dijelaskan oleh penerpan dari hukum Boyle yang berpotensi diperburuk oleh struktur dari tuba eustachian. Hukum Boyle menjelaskan bahwa tekanan dan volume memiliki hubungan terbalik di dalam rongga udara yng tertutup. Itu jugalah yang menjelaskan mengapa perubahan volume terbesar terjadi di permukaan, dimana resiko terbesar untuk middle ear squeeze terjadi di dekat permukaan. Pada saat penyelam menyelam kebawah, tekanan hidrostatik dari air akan mendesak membran timpani kedalam, dan volume di rongga telinga tengah berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut penyelam dapat melakukan equalisasi udara melalui tuba eustachius sehingga tekanan telinga tengah sama dengan tekanan lingkungan.

middle ear

Pada kedalaman 1.2 msw ( 4 fsw), menghasilkan tekanan yang berbeda 90 mmHg, katup medial dari tuba eusthacius menjadi kolaps dan tersumbat. Pada titik ini, usaha equalisasi atau valsava dari telinga tengah dapat tidak berhasil. Penyelam harus naik keatas untuk menyesuaikan tekanan telinga tengah dengan tekanan lingkungan.

Jika penyelam tidak menghiraukan gejala awal dari barotitis media dan membiarkan perbedaan tekanan mencapai 100-400 mmHg (pada kedalaman 1.3-5.3 msw), perbedaan tekanan tersebut dapat menyebabkan pecahnya membran timpani. Pada beberapa kasus, masalah bagi penyelam dapat diperparah oleh masuknya air dingin ke telinga tengah dan ini dapat menyebabkan vertigo.

Gejala Squeeze Telinga Tengah

  • Nyeri telinga saat menyelam kebawah
  • Telinga terasa penuh
  • Pendengaran berkurang pada telinga yang terpengaruh
  • Tinitus (telinga berdenging) ringan
  • Vertigo, diperparah apabila membran timpani pecah dan air dingin masuk ke telinga tengah menyebabkan mual, muntah, dan disorientasi dibawah air.
  • Pada pemeriksaan audiometri terdapat conductive hearing loss

Penanganan

  • Dekongestan
  • Analgetik
  • Topikal nasal spray
  • Antibiotik apabila membran timpani pecah
  • Membran timpani yang pecah akan sembuh 1-3 bulan, apabila dalam 1 bulan tidak sembuh dapat dilakukan operasi
  • Tanpa komplikasi sembuh sendiri 3-7 hari
  • Antihistamin
  • Penyelam diistirahatkan sampai gejala hilang

Pencegahan

  • Bagi pemula, lakukan training teknik equalisasi yang benar
  • Penyelam melakukan equalisasi pada saat hendak menyelam dari permukaan, karena pada kedalaman 1.2 m tuba eusthacius terkunci
  • Pertimbankan topikal atau oral dekongestan pada kasus tertentu

Inner Ear Barotrauma

Telinga dalam barotrauma ini merupakan hal serius tapi jarang terjadi. Kondisi medis ini menyerang sistem kokleavestibularis yang dapat mencetus ketulian permanen atau disfungsi vestibular.

Barotrauma telinga dalam merupakan kondisi yang cepat ditandai dengan perbedaan tekanan antara telinga tengah dan telinga dalam, dimana dicetus oleh valsavah yang berlebih atau penyelaman kebawah dengan cepat, dimana selama tidak adekuatnya equalisasi telinga tengah.

Gejala

  • Clasic triad tinitus gemuruh, vertigo, dan hilang pendengaran
  • Telinga terasa penuh atau terblok pada telinga yang terpengaruh
  • Mual
  • Muntah
  • Nistagmus
  • Pucat
  • Diapopresis
  • Disorientasi

Gejala-gejala tersebut dapat terlihat pada saat trauma atau terlambat beberapa jam, tergantung dari derajat trauma dan aktivitas penyelam setelah menyelam. Latihan isometrik yang kuat setelah menyelam dapat mencetus peerforasi atau parsial perforasi membran. Pada pemeriksaan audiometri didapat sesineural hearing loss frekuensi tinggi yang parah, atau kehilangan pendengaran yg parah pada semua frekuensi.

Penanganan

  • Bed rest dengan kepala dielevasikan 30 derajat
  • Hindari aktivitas yang berat
  • Recovery 3-12 minggu
  • Operasi

Pencegahan

Hindari peningkatan tekanan telinga tengah secara mendadak atau dramatis, terutama pada pemula untuk melakukan equalisasi secara halus.

Underwater Blast Injury

Trauma ini jarang terjadi pada recreational diving, biasanya terjadi pada saat kerja. Densitas getaran gelombang dari ledakan disebarkan lebih jauh di medium air daripada di udara. Ledakan bawah laut dapat dihasilkan dari ledakan pipa gas selama pemotongan atau pengelasan.

Ledakan bawahair dapat menyebabkan cedera serius bagi penyelam. Bagian tubuh yang berongga seperti, Paru, Usus, telinga, dan sinus adalah paling berbahaya. Pneumothorax, pneumomediastinum dan emboli udara dapat dihasilkan dari lacerasi paru dan pleura. Memungkinkan juga perforasi usus, perdarahan serosal, dan disusul peritonitis. Kejadian ledakan berhubungan dengan emboli udara pada kedalaman, dimana diperburuk pergerakan keatas permukaan, butuh penanganan rekompresi, jika memungkinkan.

BAROTRAUMA OF ASCEND

Reverse Sinus or Ear Barotrauma

Pada trauma ini hampir sama dengan descend atau turun yang dibahas diatas. Intinya pada saat kita naik haruslah secara perlahan, tidak diperbolehkan secara cepat. Biarkan tubuh yang berongga menyesuaikan tekanan dengan tekanan sekitar.

Alternobaric Facial Palsy

Nervus kranial 7 berjalan melalui telinga tengah dan prosesus mastoid via kanal. Sebagian saraf tersebut secara langsung terekspose tekanan telinga tengah melalui defek dinding kanal. Selama ascent (naik), jika mukosa tuba eustachian mengalami pembekakan akibat iritasi, infeksi, atau alergi, tekanan telinga tengah dapat meningkatkan tekanan kapiler dari nervus facialis dan menyebabkan ischemic neuropraxia.

Gejala

  • Penyelam dapat mengeluhkan telinga penuh dan nyeri setelah di permukaan, serta dysesthesias dari wajah dan lidah.
  • Penyelam tidak dapat menutup mata pada sisi yang terpengaruh, dan mulut juga dapat terpengaruh
  • Membran timpanic membengkak

Penanganan

  • Toynbee manuver
  • Orat dan topikal dekongestan
  • Kerusakan permanen dapat terjadi apabila peningkatan tekanan ini terlalu lama
  • Rekompresi atau turun kembali ke kedalaman 1 msw (3 fsw) dapat mengembalikan tekanan sirkulasi kapiler di saraf.
  • Myringotomy

Untuk sementara sampai disini dulu saya menjelaskan kondisi medis/barotrauma pada saat menyelam untuk lanjutnya akan ditulis di part II berikutnya. Buat temen-temen yang lebih expert atau ingin sharing pengalamannya boleh di share di kotak komen. Terima kasih.

2 comments on “PART I DIVING MEDICINE

  1. Anita
    12/04/2013

    Halo dokteraldi, salam kenal sebelumnya nama saya anita.
    Article dokter mengenai sinus squeeze cocok dengan case yang saya alami saat ini. Hal ini terjadi karena pada saat diving saya naik terlalu cepat, sehingga pipi kanan dan bibir atas saya kesemutan (kejadian tanggal 22 Nov 2013), saya pikir saya kena deco kemudian saya ke chamber dan tidak ada perubahan untuk kesemutan ini. Saya cek THT belum ada hasil, hasil dari foto sinus bahwa tak tampak kesuraman sinus paranalis, septum nasi lurus dan concha nasalis inferior hypertopi ringan. Apakah bisa diinformasikan ke saya dosis yang harus saya minum untuk penanganan kasus seperti saya? terimakasih banyak untuk bantuannya.

    • dokteraldi
      01/28/2014

      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
      Tindakan anda sudah tepat, dan pastinya dokter tht sudah memberikan anda decongestan dan terapi lain.
      Untuk kesemutannya kemungkinan ada syaraf facialis/wajah yang sedikit terganggu, dan bisasanya mungkin butuh waktu untuk melihat proses pemulihannya. Dan apabila keluhan tersebut masih terasa saya sarankan untuk berobat ke dokter syaraf. Terima kasih semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/04/2013 by in Uncategorized and tagged , , .
%d bloggers like this: