Dokteraldi's Blog

Life is journey not a destination

Gila Pancing, Pulau Terluar Indonesia, P. Masyai & P. Ayawi


This slideshow requires JavaScript.

Gila Pancing Mania, adalah sebutan bagi kami yang “waktu itu” lagi gila-gilanya mancing (kapan kita mancing lg woi kangen), kami itu terdiri dari yang paling tua ya hehehehehe, Om Longa, Bang Gerard, Gue sendiri dan vicky. Kenapa dinamakan demikian, karena pada “waktu itu” kita bener-bener gila mancingnya tiga hari berturut-turut terus-menerus, distop hanya pada saat makan siang dan makan malam.Sisanya mancing terussss. Ini adalah pengalaman pertama saya secara profesional. Dimana sebenarnya ada tiga teknik mancing profesional yang kami gunakan yaitu,

1. Popping

Sebenarnya popping ini adalag teknik mancing dengan cara casting dan menggunakan umpan berupa popper. teknik ini yaitu dengan melemparkan popper sejauh-jauhnya dan setelah itu menggulung reel dengan hentakan-hentakan. Teknik ini kami gunakan dengan harapan ingin mendapatkan ikan Giant Trevally (GT) alias mubara, alias kue. Namun kenyataannya ada ikan lain juga yang kami dapat melalui teknik ini seperti ikan baracuda, bahkan hiu.

2. Trolling

 Teknik ini sudah banyak kita kenal di Indonesia baik itu pemancing masyarakat lokal. Teknik ini di masyarakat lokal pesisir sering disebut Tunda. Yaitu dengan menjulur pancingan sejauh min 50 meter dan ditarik dengan speed dengan kecepatan 5-10 knot sehingga umpan melayang layang sedikit dibawah permukaan laut. Tujuan kami menggunakan teknik ini ingin mendapatkan ikan tenggiri.

3. Jigging

Teknik ini jarang kami gunakan. kami lebih senang menggunakan hand line yang sebenarnya sih sama tekniknya namun umpan dan penggunaan joran saja letak perbedaanya. Tenik ini kami gunakan untuk medapatkan ikan-ikan dasar.

Dan ada beberapa teknik lain yaitu tunda dengan umpan menggunaka kail yang di beri benang berwarna warni, dan dengan teknik jigging tapi umpannya kail yang diberi benang berwarna warni.

Ok baiklah kita lanjut dengan persiapan yang kami lakukan. Persiapan pada waktu itu hanya memakan waktu 1minggu, dari persiapan bbm untuk speed boat dan perahu, persiapan alat-alat yang minjem ke Om Roy (thanx om). Om roy ini mempunyai toko pancingan profesional di biak dan penginapan yang sangat indah yaitu Hotel Padaido yang terletak di biak tepatnya di daerah Tip Top, selain itu beliau juga sebagi guide bagi turis asing yang ingin berwisata laut di biak. Anyway busway Thanx om heheheehe.

Persiapan selesai, kami dan beberapa crew yang ikut mancing juga berangkat dengan menggunakan speed boat dan perahu menuju ke Pulau Masyai. Waktu tempuhnya kurang lebih dua jam. Kami berangkat melalui Sabar Miokre distrik Supiori Barat.

Nah itu dia Pulau Masyainya, beruntunglah kami cuaca sangat bersahabat pada saat itu sehingga perjalanan yang jauh terasa nyaman.

Pulau Masyai ini adalah salah satu pulau terluar diaman indonesia (ada lagi Pulau Ayawi dan Kepulauan Mapia), terletak di daerah administratif Kabupaten Supiori, Supiori Barat. Pulau ini berpenduduk sebanyak kurang lebih 500 jiwa. Dan pulau ini sudah pernah di liput oleh Metro TV loh😉. Masyarakatnya sangat ramah dan baik sekali sehingga kita merasa nyaman disana.

Akhirnya kami sampai dengan selamat di Pulau Masyai dengan disambut oleh beberapa masyarakat. Pulau ini menyajikan pemandangan yang indah dengan pasir putih nan halus, kalau saya menyebutnya Pemandangan Surga, memang agak berlebihan tapi itulah ungkapan yang tulus dari hati.

Kami pun bergegas menurunkan barang-barang dan segera mempersiapkan alat pancing dan saat itu juga kami langsung menuju laut untuk memancing.

Petualangan Gila Pancing dimulai.

Dimulai dengan mancing tunda. Seperti foto disampng ini, kami sedang mencari losai yang tepat untuk popping, sementara itu kami mancing tunda.

Strike, Gila Pancing…..HHuuuw HHaaaaoo

Itulah yel yel yang kita teriakan kalau dapat ikan. Petualangan ini diawali oleh saya yang dapat ikan langsung dengan tunda dengan banyak mata pancing dan dapat pun langsung banyak. Cakalang, memang bisa banyak karena kita memancingnya pada saat mereka lagi sarapan ikan puri hehehehe.

Yang lain juga strike, Vicky, om Longa, and bang Gerard

Sealesai dan istirahat

Hari berikutnya kita lanjut lagi mancingnya. Tujuan kita adalah pulau terluar berikutnya yaitu Pulau Ayawi, Pulau yang tak berpenghuni. Waktu tempuh ke pulau ini adalah dua jam. Dan cuaca pun sangat mendukung tapi anginnya cukup lumayan.

Dipulau ini kita kurang beruntung, tak banyak ikan yang kita dapat, untuk popping hanya om Longa yang berhasil strike, itu pun fightnya kurang karena ukuran GTnya tidak terlalu besar.

Namun kekecewaan terbayarkan dilautnya bravooo

Dan perjalanan ke Pulau Ayawi berakhir

Dan inilah moment yang paling asik yaitu mendapatkan ikan GT.

Dan perjalanan petualangan Gila Pancing pun usai berikut sebagian ikan yang di dapat dikumpulkan dan sisanya sudah kita bagikan ke masyarakat dan kita konsumsi sendiri.

Dan terakhir saya ingin menyajikan beberapa foto.

Thanx to masyarakat Masyai dan photografer saya Vicky hehehhe. Juga ke Bang Gerard yang ngeracuni saya untuk mancing, om Longa master of mancing, dan Om Roy yang sudah minjemi alat-alatnya.

3 comments on “Gila Pancing, Pulau Terluar Indonesia, P. Masyai & P. Ayawi

  1. dokteraldi
    03/18/2012

    Reblogged this on Dokteraldi's Blog and commented:

    Gila Pancing

  2. mas ujang
    01/05/2013

    mantap,, kepulauan terindah

  3. Vicky Pongoh
    03/18/2013

    Ayooooooo mansar…. . trip brikutrnya… .😉
    kapan…kapan….??? kapan lagi… . wkwkwkwkwwkk..wk…..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: